Terseret Korupsi Al Quran, Zulkarnaen Minta Maaf

Tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama
senilai Rp 35 miliar, Zulkarnaen Djabar (kanan, berbatik cokelat)
memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus yang membelitnya di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/7/2012). Anggota Komisi
VIII yang juga anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar
tersebut siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi

KepriNews, JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, meminta maaf kepada seluruh
keluarga besar, kerabat, para kader, hingga pimpinan Partai Golkar

dan
organisasi massa tempat dia bergabung terkait terjeratnya dalam kasus
dugaan korupsi di Kementerian Agama.


“Terimalah maaf dari saya karena saya juga kaget. Sebagai manusia biasa, saya tidak lepas dari kelemahan, kekurangan.”

 “Mungkin kaget, shock dengan peristiwa ini. Terimalah maaf
dari saya karena saya juga kaget. Sebagai manusia biasa, saya tidak
lepas dari kelemahan, kekurangan,” kata Zulkarnaen saat jumpa pers di
Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Sebelumnya,
KPK mengumumkan penetapan dua tersangka kasus dugaan korupsi Al Quran,
yakni Zulkarnaen dan seorang anggota keluarganya yang juga pengusaha,
Dendy Prasetya.

Anggota Badan Anggaran itu diduga melakukan
korupsi tiga proyek di Kemenag, yaitu pengadaan Al Quran pada Direktorat
Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tahun anggaran 2011 dan
2012, serta pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah pada
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tahun anggaran 2011.

Zulkarnaen
tercatat sebagai Wakil Ketua Bendahara Umum di DPP Partai Golkar. Dia
juga masuk dalam organisasi massa pendiri Partai Golkar, yakni
Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Di DPR, Zulkarnaen menjadi
anggota Badan Anggaran dan anggota Komisi VIII.

Zulkarnaen menganggap apa yang dia alami adalah musibah yang harus diterima. “Musibah ini adalah warning dari Yang Kuasa. Saya mungkin terlalu happy memikirkan
persoalan dunia. Saya ambil hikmah dari persoalan ini. Saya perlu
mempertinggi komunikasi vertikal saya. Dari sisi ini ada hikmah yang
diambil,” kata Zulkarnaen.

Ketika ditanya apakah semua pernyataan
itu bentuk pengakuan keterlibatannya dalam perkara yang dituduhkan,
Zulkarnaen tak menjawab tegas. Pria yang didampingi dua anggota
keluarganya itu hanya menjawab, “Permintaan maaf saya adalah manusiawi.
Tidak ada manusia super. Sebagai manusia biasa, tentunya tidak luput
dari kekurangan.”

Zulkarnaen menambahkan, dirinya hanya akan
menjawab materi perkara ketika diperiksa KPK nantinya lantaran perkara
itu bukan untuk menjadi perdebatan publik. Hingga saat ini, dia belum
diperiksa KPK.

Zulkarnaen juga mengucapkan terima kasih atas
segala kritikan, bahkan hujatan dari berbagai pihak lantaran tuduhan
kepada dirinya menyangkut korupsi kitab suci. “Itu kebebasan bersuara,”
pungkasnya.                    

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s