Rasa cemas, phobia dan relaksasi

Rasa Cemas
Kecemasan dan rasa takut sebenarnya bukan suatu gejala yang berbeda. Namun, ada hal yang mungkin saja berlainan antara tingkat dan ragamnya. Jika anda ditodong seseorang bersenjata, misalnya adalah hal yang wajar jika anda dilanda cemas. Tetapi pengkajian atas apa yang terjadi pada dua hal setidaknya menunjukkan adanya suatu kesamaan yang amat tinggi. Jika tiba-tiba anda dihadang oleh seekor singa, bukan tidak mungkin hal ini mampu membuat detak jantung anda berdebar lebih cepat, nafas sesak, keringat dingin bercucuran, rasa kaku di sekujur tubuh dan sebagainya.

Suatu hal yang wajar jika anda demikian, dan semua orang mungkin mengalaminya. Namun harus diakui, tidak semua orang mengalami hal di atas, tetapi setidaknya satu atau dua macam akibat pasti dirasakannya. Tak jarang detakan jantung keras dan keinginan buang air besar muncul secara tiba-tiba.

Perubahan fisik akibat rasa cemas atau takut, pasti tidak menguntungkan bagi seseorang. Tetapi, ini tidak berarti pasti ada sesuatu yang keliru dan tidak normal. Bisa saja anda cemas ketika harus menghadapi wawancara ataupun peristiwa lain yang penting bagi anda. Namun, dibalik itu setidaknya kecemasan yang anda rasakan ketika sedang mendekati peristiwa penting bisa menjadikan anda waspada dan lebih bersiap menghadapinya. Tetapi jika anda cemas tanpa alasan jelas, tentulah anda akan mengalami kerugian.

Psikoanalisis

Banyak pilihan yang dapat anda lakukan untuk melenyapkan kecemasan yang tidak normal. Mulai dari meminum obat penenang sampai menjalani psikoanalisis secara formal. Tanpa disadari anda mungkin saja menjumpai situasi atau suatu benda tertentu yang kurang menyenangkan. Boleh jadi, anda tidak menyukai ular, katak, kucing, jembatan penyeberangan, jalan macet, diskusi-diskusi, yang semuanya dapat dirasakan sebagai mengganggu pancaindera.

Anda bisa saja menyatakan bahwa anda terjangkit phobia. Terutama jika anda menyatakan ketidak kesukaan irasional terhadap obyek tertentu. Namun begitu, sebetulnya anda dapat saja menjelaskan alasan rasional tentang ketidak sukaan anda itu. Akan tetapi persoalan seperti ini seringkali sukar dibuktikan bila dikaji. Misalnya, mungkin banyak orang yang tidak menyukai laba-laba dengan sejuta alasan. Alasan bahwa laba-laba mungkin membahayakan atau menularkan penyakit bisa diterima. Dan diakui ada laba-laba jenis tertentu yang berbahaya. Namun jangan dicemaskan karena jumlahnya amat sedikit dan besar kemungkinan sulit dijumpai.

Penderita phobia laba-laba sewaktu ia melihat laba-laba, kontan ia akan diliputi perasaan ingin muntah. Namun, ia masih berusaha menahan diri sampai sang laba-laba menghilang ataupun ia akan lari menghindar secara perlahan tanpa menjadi pusat perhatian orang banyak. Dan ia akan berusaha sehingga orang tidak mengetahui dirinya begitu tersiksa atas hadirnya sang laba-laba.

Sekilas Phobia
Phobia adalah ketakutan yang irasional pada obyek atau situasi tertentu, yang cakupannya lebih luas daripada hanya sekadar perasaan tidak suka. Namun, rasa takut dan kecemasan tersebut memang variatif. Walau bagaimanapun, anda yang mempunyai rasa takut irasional, betapapun ringannya, dapat disebutkan juga sebagai orang yang menderita phobia. Tetapi, yang menjadi persoalan adalah tingkatan rasa takut yang timbul dibaliknya.

Sebenarnya, kalau anda sedemikian terlibat pada persoalan ketidaksukaan dan kecemasan ringan, mau tak mau akan melahirkan situasi lebih buruk, jika sebenarnya situasi itu sendiri tidak terlalu penting. Kecuali, bila kita mencari kepribadian ideal yang normal, terbebas dari konflik, kecemasan atau halangan.

Ketakutan patologis pada ular masih dapat diterima karena ular jarang terdapat bebas berkeliaran di tempat terbuka. Namun, jika secara luas diartikan sebagai rasa takut pada tempat terbuka, ini dapat mengganggu kehidupan seseorang hingga hampir tak tertanggungkan.

Relaksasi
Untuk melenyapkan phobia dapat dipakai berbagai macam cara. Dapat menggunakan obat penenang, namun teknik relaksasi sebetulnya masih lebih baik dan aman daripada mengkonsumsi obat kimia.

Bila lingkaran ketakutan ini dapat anda putuskan dan kecemasannya menghilang, tampaknya tak perlu bagi anda menjalani pemeriksaan psikologi secara mendalam. Tetapi, bila kecemasan bercokol terus dalam kehidupan anda, maka mungkin saja perlu pengkajian atas jiwa anda serta persoalan emosional yang sedang dihadapi.

Namun tak usah cemas, kalau memang benar anda ingin melenyapkan phobia, anda harus berusaha. Dan yakinlah diri bahwa anda mampu menepisnya dari kehidupan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s