Buaya 1 Ton di Belakang Ruko Mei Siang

SAMARINDA – Siapa sangka, di halaman dalam rumah toko (ruko) Toko Remaja di Jl Jelawat 4-H RT 018, Sungai Dama, Samarinda Ilir terdapat seekor buaya seberat sekitar 1 ton dengan panjang 7 meter.

Sekilas dari luar, pemandangan ruko tak ubahnya ruko lainnya. Dengan lebar bangunan sekitar 5 meter dan panjang kebelakang 30 meter. Dibelakang ruko, terdapat sebuah halaman seluas sekitar 6 meter kali 3 meter dibangun sebuah kolam yang airnya sudah berwarna hijau gelap. Tentu saja, tempat ini tertutup dari luar dan hanya dapat dimasuki dari pintu depan ruko.

Dengan alasan tertentu, pemilik buaya, Mei Siang istri dari Gong Sun akan menitipkannya di Mini Zoo Perumahan Alaya, Samarinda, Minggu (22/7/2012).

Untuk memindahkannya saja ke atas truk, setidaknya membutuhkan tenaga belasan orang dewasa. Sontak saja, proses pengangkutan buaya berukuran besar tersebut menyedot perhatian pengguna jalan yang melintas diseputaran jalan Jelawat.

Menurut Mei, dulunya ia dan suami mempunyai 2 ekor buaya di kolam yang sama. Namun, baru- baru ini, seekor buayanya mati setelah dirawat selama lebih dari 30 tahun. Suasana di belakang ruko, tempat hidup buaya memang terlihat sangat cocok dengan habitat buaya seperti biasa terlihat di kebun binatang pada umumnya. Lembab dan terhalang sinar matahari secara langsung. “Kami rawat dari kecil, kita beli dari Bontang,” kata Mei.

Tentang makanan, menurutnya tidaklah sulit mendapatkannya. Daging ayam dan ikan yang banyak terdapat di sekitar pasar tradisional Sungai Dama menjadi menu kesukaan buaya.”Sekali 3 hari pasti kita berikan 5 ekor ayam. Perawatannya tidak banyak, cukup sering disiram saja,” katanya.

Terkait maksud keluarganya memelihara buaya, ia mengaku tidak ada alasan khusus selain hobi. Apalagi hal-hal berbau mistis. Setelah buaya yang selama 30 tahun tak diberi nama ini dipindahkan, ia mengaku akan menggantinya dengan buaya lain yang lebih kecil. Dan kabarnya, ia sudah mendapatkan bibit buaya yang juga berasal dari Bontang.

“Memang suami saya suka pelihara binatang. Bukan hanya buaya, ada penyu di belakang. Tidak ada maksud apa-apa, memang hobi. Kami hanya menitipkannya ke kebun binatang. Jadi, bukan dijual, sekali lagi bukan dijual. Hanya dititipkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s